Kamis, 13 Februari 2025

WANITA TUA DAN RENTA

Untukmu wahai wanita tua dan renta,
banyak sekali salah paham yang terjadi diantara kita,
entah itu kami yang tak mengerti yang kau inginkan,
atau kau yang tak mau mengerti kami


Tapi, wahai wanita kuat kami, 
kau adalah anugrah yang tak ternilai harganya,
obat dari segala penyakit.


Kini ragamu sudah tak ada didekat kami,
hanya senyuman, sedih, marah di wajahmu yang masih membekas diingatanku.
Dulu, kau sering berucap " nanti kau rasakan kalau aku sudah gak ada",
kata - katamu itu gak ada lanjutannya, kau suruh kami sendiri merasakannya, tanpa kau beri tahu dulu kalau rasanya itu ; kosong, hilang arah, tak ada tempat pulang, kalau dirangkum jadi satu kata adalah SAKIT.  


Hey wanita tua yang renta, 
ternyata kata - kata yang sering dulu kau ucapkan berulang kali, seperti ;
" nanti kalau aku udah gak ada, akur - akur kalian adek beradek ya" ,
"saling tolong menolong, saling sayang menyanyangi satu sama lain" ,
itu sekarang terjadi, afirmasi positif yang kau tanamankan semasa hidupmu terjadi saat kau tak ada.


Menjelang lima tahun kepergianmu, aku rasa aku mulai menerima, berdamai dengan kepergianmu,
jangan bicara tentang rindu, karna ternyata rindu kepada orang yang sudah tidak ada itu amat menyakitkan.

Mak, aku berdoa semoga suatu waktu nanti, di akhirat kita bisa bertemu dan saling mengenal lagi sebagai ibu dan anak, aku ingin melepaskan rasa rinduku padamu di alam sana.

Jumat, 02 November 2018

Dear Tuhan

Tuhan skenario yang Engkau buat terlalu sulit untuk dilalui,
tapi karna Engkau percaya aku mampu melaluinya lalu Kau tuliskan Kisah ini.

Tuhan tidak bisakah jalan kisah ini kuubah?
Aku rasa bisa, tapi aku tak berani. 
Ya selain tak berani, aku penasaran dengan skenarioMu.

Tuhan tapi kenapa aku masuk kedalam kisah hidup dia?
atau dia yang masuk kedalam kisah hidupku?
Aku rasa dia yang masuk kedalam kisah hidupku,
sebab kehadirannya mempengaruhi hidupku.

Tuhan jika aku tidak bisa menjadi tokoh penting dalam kisah hidupnya, 
aku mohon ubah skenario kisah hidupnya.
Tak apa aku tak menjadi tokoh penting dalam kisahnya,
tapi dia akan menjadi tokoh penting dalam hidupku.



Rabu, 02 Desember 2015

Langkah Kita Sudah Tak Beriringan !




Langkah kaki kita sudah tak beriringan,
Gengaman tangan kita juga sudah mulai kendur,
Hatiku tak lagi berpihak padamu,
Kita sudah mulai goyah oleh ombak-ombak kecil yang bernama masalah.
Waktu mengubah segalanya.

Kita bukan lagi, remaja yang berusia belasan tahun,
Yang menjalin hubungan tanpa keseriusan,
Tanpa tujuan yang jelas, tanpa komitmen apa-apa.
Waktu terus berjalan, dia tak akan mau menunggu kita dewasa,
Kita yang mengikuti waktu, bukan waktu yang mengikuti kita.
Aku tak mau membuang waktuku dengan percuma,
Dengan menunggumu !
Aku tak lagi membutuhkan seseorang yang hanya bisa mencintaiku apa adanya,
Aku butuh seorang yang menuntutku menjadi lebih baik,
Seseorang yang memiliki kedewasaan lebih dariku,
Seseorang yang memiliki iman lebih dari imanku,
Seseorang yang sama-sama mau membangun masa depan denganku,
Karena pasangan yang baik, adalah pasangan yang menuntut pasangannya utuk menjadi hebat,
Bukan menerima apa adanya.

Aku masih menginginkanmu untuk tetap disisiku,
Namun sepertinya waktu tak menginginkannya.
Logikaku mengalahkan perasaanku sendiri terhadapmu.
Kau dan Aku akan menjadi kisah dongeng yang indah yang akan simpan rapi dirak masa laluku.

Rabu, 18 November 2015

Sebab Waktu Yang Akan Menjawab, Bukan KAMU !

Seperti malam selalu menunggu datangnya pagi,
Seperti mendung yang menuggu turunnya hujan,
Begitulah diriku yang selalu menunggu dirimu untuk menoleh,
nyatanya...


Malam yang menunggu pagi, pagipun datang.
Mendung yang menunggu hujan, hujanpun tiba.
Tidak denganmu, kamu tak pernah menoleh.
Mungkin kamu tak suka ditunggu,
Karna kamu tak suka ditunggu, bolehkah aku pergi ?


Biarkan burung menikahi pagi,
Biarkan embun menyentuh wajah daun itu,
Dan biarkan matahari muncul dengan tersipu malu,
Lalu izinkan awan melukis dirinya dilangit biru,
Jika alam berproses dengan alami,
Maka akupun percaya proses yg kita lalui akan..
Seindah pagi dengan kicauan burung,
Sehangat matahari membalut hati,
Lalu biarkan waktu yang berbicara, sebab hanya dia yg menjawab,
Bukan KAMU !




Sabtu, 14 November 2015

Air Mata Yang Rasanya Indah

Jika aku diberi pilihan, mencintaimu atau pergi membawa rasa ini...
maka aku memilih mencintaimu, 
mencintaimu dengan air mata, rasanya indah...
sebab mencintamu adalah kesempurnaan bagiku.
kau dengan segala keangkuhanmu itu, berjalan terus tanpa menoleh...
hei, aku disini bukan hanya untuk melihat kau tersenyum dan tertawa,
aku disini juga untuk melihatmu menangis...
 
Aku bukan pecinta yang mudah memberi rasa, 
rasa mencintai yang suci itu  bukan untuk diberi kesembarangan hati..
mencintaimu adalah kesempurnaan proses dalam kebahagian dan kesedihanku...
akan kucicipi tiap-tiap rasa yang kau titip padaku,
akan kunikmati semua proses kesempurnaan yang kau ciptakan

Tapi terkadang aku memilih untuk pergi membawa rasa ini,
pergi bersama semua dengan kenangan indah yang dengan tidak sengaja kau ciptakan,
sebab terkadang air mata yang rasanya indah itu, terlalu jenuh untuk terus jatuh.
ingat, kapanpun rasa yang kita punya itu bisa berubah......
 


Senin, 19 Oktober 2015

SANG PEMBERI RASA

jangan pernah tanya kenapa, 
karna aku tak akan pernah punya jawabannya.
semua pertanyaan tentangmu tak akan pernah ada jawabannya,
sebab kamu adalah jawaban dari semua pertanyaan yang ada dikepalaku.
seperti gurun pasir yang dipenuhi debu kegersangan...
lalu hujan turun membasahi...

selalu ada ombak yang bergemuruh dihati,
setiap tingkahmu yang bermain main dimata...
ada sinar matahari yang menghangatkan hati,
setiap suaramu yang berteriak teriak ditelinga...
walaupun langit kita tak selalu biru, tak selalu terang,
tapi awan hitam tak selalu bertahan lama dilangit kita...

tanpa kesadaran yang penuh, aku telah masuk keduniamu,
aku ingin keluar dari duniamu...
tapi, tertahan oleh rasa..
rasa ?
siapa yang bisa mengartikan rasa ini ?
aku atau kau ?
tidak, bukan kita yang mengartikannya,
lalu ?
alam dan seisinya, yang mengartikan rasa yang menyelimuti kita.
wahai sang pemberi rasa...
jangan biarkan rasa yang kau beri tak bermuara disuatu hati.

Rabu, 14 Oktober 2015

Kau dan Pasir

Pasir yang kau gengam terlalu kuat, 
perlahan lahan juga bakal terlepas dari gengamanmu.Coba kendurkan sedikit gengamanmu, 
dia tak akan terlepas, 
dia akan tetap digengamanmu sampai kau melepaskannya.
Tapi jangan lupa, 
terkadangan angin cukup nakal untuk membawa pasirmu terbang menjelajahi dunia, ketika kau lengah .